Kembali ke Dunia Kedua
Hallo, Blog.
Saya akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia kedua, atau sering kita sebut sebagai sosial media. Pada tulisan sebelumnya tentang kenapa saya menghapus sosial media saya menulis bahwa saya berhenti dari sosial media untuk menghindari keriuhan di dalamnya. Tapi, kenapa saya kembali?
Ada banyak ide di setiap neuron yang tersebar di kepala saya, kebanyakan adalah ide kreatif dan sebagian adalah ide usaha. Dari setiap ide itu muncul pertanyaan "Kalau saya bikin film, publisnya di mana ya?" "Kalau saya mau jualan, saya promosi di mana, ya?" "Udah lama gak punya pacar, cari di mana, ya?"
Dari petanyaan itu selalu terjawab dengan "Sosmed lah, goblok!"
Dari sana muncul pertengkaran di kepala saya antara kekekehan dan kebutuhan. Saya selalu kekeh dengan anggapan bahwa sosial media tidak memberi apapun. Lalu, setelah lulus kuliah dan pandemi hampir dua tahun, saya kehilangan akses informasi yang saya butuhkan, seperti lowongan pekerjaan, hingga teman saya yang ternyata sudah lahiran. Itu berlangsung selama Johnny Depp dan Amber Heard menikah, 15 bulan. Hingga akhirnya saya membuat instagram dan twitter di bulan ini.
Dengan hadirnya akun baru membuat saya bertanya-tanya, "Apa iya saya perlu sosial media?". Namun, twit dari om @pinot yang membuat saya yakin bahwa saya tidak salah. Saya hanya tidak menggunakannya dengan maksimal.
Dulu, saya menggunakan twitter atau instagram sebagai media yang sifatnya konsumtif. Mungkin karena itu akhirnya saya merasa tidak mendapatkan apa-apa dari menggunakan sosial media. Kini, saya akan menggunakannya sebagai media dokumentasi dan arsip, mungkin juga saya bisa berjualan di dalamnya. Setelah rehat selama setahun lebih dari sosial media, semoga saja saya dapat menggunakannya dengan lebih bijak. Semoga.
Tabik.

Komentar
Posting Komentar