The One With Not to Fail In Love
Hallo, Blog.
Saya yakin setiap orang pernah merasakan kegagalan dalam percintaan. Sering kali setelah break up rasa cinta itu tidak langsung pergi. Serasa ada lubang kosong di hati yang tetiba datang. Itu wajar. Bahkan, WS Rendra pernah berkata di bukunya "Usia cinta lebih panjang dari usia percintaan". Mari kita anggap perpisahan sebagai pelajaran bukan sebagai mimpi buruk tengah malam.
Saya selalu merasa bahwa menemukan seseorang itu perihal waktu. Dan saya sadar bahwa merawat dan meruwat hubungan romansa bukanlah sesuatu yang mudah. Mungkin itulah mengapa salah satu teman saya enggan untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita. Saya tidak heran karena memang banyak yang harus dinegosiasikan (baca: mengalah).
Namun, di hubungan saya yang sekarang semua terasa mudah dan belum ada pertengkaran besar yang menjadikan suasana "dingin". Semoga tidak. Saya sadar bahwa semua itu karena saya menerapkan pelajaran yang saya dapat di percintaan sebelumnya. Yap! Cinta yang gagal bukan berarti sia-sia, kan?
Ini semua berdasarkan pengalaman saya pribadi. Terkesan sombong dan pamer. Tidak masalah, saya hanya ingin berbagi kepada pembaca. Mungkin beberapa hal di bawah ini dapat menjadikan hubungan pembaca sekalian semakin langgeng. Semoga, ya!
Egois adalah sifat yang harus disingkirkan. Hal yang susah dilakukan oleh orang yang memiliki neptu 18. Hehehe. Ketika kita sudah menyingkirkan sifat egois atau setidaknya menurunkannya, kita lebih mudah untuk meminta maaf, Dari hal kecil seperti meminta maaf, secara tidak langsung kita sudah menghargai pasangan kita, Bukankah kita selalu ingin mendapatkan respect dari orang terdekat kita?
Berbagi cerita meski tidak ingin membaginya. Dengan bercerita, secara tidak langsung kita percaya bahwa pasangan kita layak mengetahui betapa buruk dan baiknya hari yang telah kita lalui. Dan, kita juga membangun rasa saling percaya antara kita dan pasangan masing-masing. Pun ketika kamu tidak ingin membaginya, bilang saja "saya tidak ingin bercerita dulu, mungkin lain waktu ketika saya telah siap". Dengan begitu, dia akan merasa "ada".
Keanu Reeves pernah berkata "if you are a lover, you have to be a fighter. Because, if you don't fight for love, what love do you have?" yang artinya "Jika kamu adalah seorang pencinta, kamu harus menjadi seorang petarung. Jika kamu tidak bertarung untuk cinta, lalu cinta apa yang kamu miliki?" Hal ini yang tidak saya lakukan di hubungan percintaan saya yang sebelumnya. Ketika semua terasa sulit, saya memilih untuk pergi. Akhirnya, semua terlewati begitu saja. Kalau semua itu terasa berat, mari renungi poin sebelumnya.
Nikmati setiap kebersamaan. Mungkin, detik-detik itu tidak akan kalian rasakan lagi. Saya dulu banyak berpikir tentang "Bagaimana cara saya bikin dia bahagia, ya?" "Apakah saya layak dijadikan kekasih?" dan masih banyak lagi. Memikirkan hal-hal besar memang perlu tapi jangan terlalu. Seringkali kita lupa pada hal kecil seperti menanyakan kabarnya hari ini, yang mana itu adalah wujud peduli dan perhatian yang banyak orang inginkan. Hal kecil yang jarang saya lakukan dulu, tapi tidak sekarang.
Saya rasa empat hal di atas sudah cukup untuk membuat hubungan langgeng. Tapi kita tidak pernah tahu badai seperti apa yang akan datang. Kalaupun gagal. setidaknya kamu masih punya sisa hidup untuk mencoba dengan orang baru atau orang yang sudah lama kamu kenal dan ternyata cantik juga ya. Hehehehe.
Tabik.
Komentar
Posting Komentar