Album Perubahan: Kesedihan yang Dikomersialisasi

 Hallo, Blog. 

Beberapa hari ini saya memulai gerakan One Day One Album. Selain memperkaya pengetahuan musik, saya akhirnya tahu bahwa format album penuh dengan perhitungan yang matang dari band, seperti penataan lagu, materi album, hingga isi lagu. 

Kali ini saya akan membahas album favorit saya semasa kecil: Perubahan. Album dari band D'masiv ini cukup menarik perhatian saya ketika pertama kali keluar. Meski kini sudah banyak beredar di internet bahwa lagu di album ini merupakan plagiasi dari lagu dari band lain. Tapi, saya kurang begitu peduli. Toh, tidak ada yang baru di bawah matahari. Saya tidak membahas dari segi lirik, karena menurut saya lirik di album ini tidak begitu puitis dan to the point. 

Album ini diawali dengan lagu Cinta Ini Membunuhku, lagu yang bercerita tentang seorang yang lelah mencintai karena tak kunjung memiliki apa yang diinginkan. Mungkin, pepatah yang cocokk menggambarkan lagu ini adalah pungguk merindukan bulan. Yap! Cinta, selain bisa memberikan kebahagiaan, juga bisa membunuh. 

Diam Tanpa Kata menjadi track selanjutnya. Berbeda dengan track pertama yang mellow, lagu ini dikemas dengan nge-beat. Lagu ini menceritakan tentang pertengkaran dalam sebuah hubungan. Pertengkaran memang sering terjadi. Sepertinya hubungan tidak khaffah rasanya tanpa pertengkaran. 

Merindukanmu, lagu yang dikemas dengan mellow lagi, sepertinya d'masiv ingin mengobrak-abrik perasaan pendengarnya, Apalagi di lagu ini bercerita tentang seseorang yang baru break-up dengan kekasihnya. Perubahan yang mendadak memang menyebalkan. Seseorang yang biasanya kita ceritakan tentang kenangan menjadi kenangan. Yah! It's ok. 

Aku Percaya Kamu, menjadi lagu yang tidak bertemakan kesedihan. D'masiv sepertinya sengaja menempatkan materi lagu yang tidak melulu kesedihan agar tidak membuat pendengar bunuh diri. Hehehe. 3 lagu galau di awal album yang membuat pendengar menangis, air matanya diusap dengan lagu ini. 

Dan Kamu, masih sama dengan lagu sebelumnya yang bertemakan kebahagiaan, lagu ini bercerita tentang seseorang yang akhirnya menemukan sosok "the one" di hidupnya. Ya, biarkan waktu yang berbicara. Everything is gonna be okay in the end. If it's not okay, its not the end. Itu omongannya John Lennon.  

Cinta Sampai Disini, menjadi lagu yang membuktikan bahwa d'masiv ingin membuat pendengarnya bunuh diri. Setelah diberi lagu dengan tema kebahagiaan, kita dihadapkan dengan realita bahwa romantisnya sebuah hubungan bisa berhenti kapan saja. Lagu yang bercerita tentang toxic relationship ini dikemas dengan dengan tempo pelan seakan memberi waktu pendengarnya untuk menyayat pelan-pelan urat nadinya. 

Sebelah Mata, bercerita tentang orang yang sadar bahwa dia dianggap rendah oleh orang yang disayangi. Menyakitkan. Tapi setidaknya kita tahu langkah selanjutnya: move on! Dibawakan dengan tempo yang agak cepat, menunjukkan bahwa move on memang harus dilakukan secepat mungkin.

Dilema, lagu yang bertema falling in love with people we can't have. Yap. kita tidak bisa memiliki seseorang yang sudah jadi milik orang lain. Seyogyanya seperti itu. Tapi kadang ada bisikan yang memaksa kita untuk merusak hubungan orang lain demi kebahagiaan kita sendiri. Sungguh terlalu! 

Ilfil, bentuk akronim dari Ilang Feeling, kondisi di mana kita kehilangan perasaan karena mengetahui sesuata dan itu tidak sesuai dengan apa yang dicitrakan. Mungkin ini yang dialami oleh pendukung Jokowi tahun 2014 yang dulu menjanjikan nawacita, tapi hanya ucap manis belaka. 

Tak Pernah Rela, lagu yang hadir di masa di mana gonta-ganti pacar, dilabeli sebagai playboy/playgirl menjadi kebanggan. Kita memang tidak bisa mengubah masa lalu seseorang apalagi mengatur cara hidup seseorang, nanti dibantah "my body my authority". Itulah kenapa kita harus menerima seseorang apa adanya. Cinta kok ngatur!

Lukaku, dari judulnya saja kita sudah dikasih tahu bahwa lagu ini adalah lagu sedih. Memang d'masiv ingin bikin kita bunuh diri. Bercerita tentang orang yang sedang jatuh cinta, tapi sayangnya dia jatuh cinta ke orang yang sudah punya kekasih. Situasi yang membuat kita merasa dilema, maju kena mundur kena. Setiap langkah yang diambil bikin kita patah hati. Dibawakan dengan format akustik, lagu ini terasa seperti selimut di musim kemarau. Sudah panas, makin panas!  

Di Antara Kalian, lagu penutup album yang sedih, tapi ada fase pendewasaan di lagu ini. Lirik di chorus yang mengatakan bahwa //kucintaimu tak berarti bahwa kuharus memilikimu slamanya// menunjukkan dari banyaknya patah hati yang telah dialami, ia sadar bahwa cinta memang takharus memiliki. 

Dari 12 track di album ini, hanya ada dua lagu yang bertema bahagia. Sisanya, kesedihan! Entah jatuh cinta pada orang yang tidak bisa dimiliki, perpisahan, hingga toxic relationship. Tapi, ada pendewasaan yang dialami oleh tokoh aku di album ini. Dari yang awalnya dibunuh oleh cinta hingga ia sadar bahwa cinta tak selalu harus memiliki. Perubahan. Yap! Judul album yang cocok untuk meringkas sebuah perjalanan. 

Tabik!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love