The End of The Beginning

 Hallo, Blog. 

Sepertinya untuk sekarang saya bisa sedikit lebih lega karena tidak perlu repot membayar UKT. Ya, saya lulus. hehehe. Sebenarnya bukan sesuatu yang layak dibanggakan mengingat kuliah saya yang menginjak 10 semester. 10 semester untuk jurusan saya itu seakan aib. Terlebih, di angkatan saya, setelah semester 8  tinggal sisa sedikit anak yang masih kuliah, termasuk saya.

Tapi, lulus 10 semester masih tetap hal yang buat saya bangga. Meski tetap di akhir-akhir antara tepat dan terlambat, akhirnya bisa selesai. Banyak yang memberi selamat, lebih banyak yang mewanti-wanti bahwa hidup ini keras. Melompat ke belakang, ada banyak hal yang saya lewati dan lewatkan. Ada hal baik dan hal buruk. Meski lebih sering mengingat hal-hal buruk, toh, kalau diingat-ingat masih ada hal-hal baik yang selalu mengobati. 

Saya masih bisa mengingat bagaimana saya dan teman-teman mengajar di SD secara sukarela. Saya masih bisa mengingat bagaimana pentas perdana saya di Teater Lingkar yang memerankan tokoh Pincang dalam naskah RT.0 RW.0. Saya masih bisa mengingat bagaimana proses penggarapan naskah Mengapa Kau Culik Anak Kami? karya Seno Gumira. Saya masih bisa mengingat susahnya membuat cerpen setiap kali berada di rumah Pak Nanang. Saya masih bisa mengingat bagaimana kegiatan-kegiatan saya dengan Sindikat Izinnya Sakit. Saya masih bisa mengingat bagaimana suasana pantai di Malang, deburan ombak, siluet wanita termanis dalam bingkai sunset. Bahkan, saya masih bisa mengingat bagaimana suanana HoutenHand yang sudah tutup sejak 2019. Ada banyak hal lain yang masih bisa saya ingat.  

Saya percaya bahwa lulus adalah akhir dari sebuah permulaan. Mungkin tulisan setelah ini akan menandai bagaimana kehidupan yang sesungguhnya. Bisa saja saya hanya mengeluh tentang pekerjaan. Bisa juga saya menceritakan kepada kalian bagaimana saya melewati hari-hari. Tapi, saya berjanji untuk menikmati tiap detik dalam hidup. 

Mengutip karakter favorit saya, Patrick Star, bahwa "Everything will be okay in the end. If its not okay, it's not the end"

Tabik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love