pe(ŋ)-alam-an
Semester 10 akan saya tempuh dalam beberapa hari ke depan. Sejak awal tahun sudah saya niati untuk mengakhiri masa perkuliahan yang kini membosankan dan menghabiskan banyak uang. Hampir 5 tahun saya kuliah sepertinya tidak ada hal menarik yang menjadi kenangan yang akan saya ceritakan pada anak saya nanti. Tapi, saya akan tetap bercerita hal yang tidak menarik selama saya kuliah. toh, meski cerita saya tidak menarik, anda akan tetap melanjutkan membaca.
Saya memiliki banyak teman, tapi bukan mahasiswa. Saya hanya memiliki beberapa teman sesama mahasiswa. Lalu siapa? Penasaran kan? ya! Teman saya banyak dari penjaga gedung, office boy, dan beberapa satpam. Entahlah, saya hanya merasa lebih nyambung dan lebih nyaman berbicara dengan mereka dibanding mahasiswa. Mahasiswa, bagi saya, itu sekumpulan orang bodoh yang memiliki lebih banyak kosakata ndakik-ndakik agar terkesan lebih pintar. Memang ada yang cerdas, tapi tidak banyak. Setidaknya itu dari pengalaman saya. Berbicara dengan penjaga gedung, office boy, atau satpam membuat saya lebih mengerti bahwa bahasa punya waktunya sendiri untuk digunakan.
Pertemanan saya dengan penjaga kampus mengantarkan saya pada pengalaman saya selanjutnya. Tidak memiliki tempat tinggal sejak di akhir semester 6 membuat saya memutar otak untuk menemukan tempat berlindung. Setidaknya untuk menaruh barang-barang saya. Akhirnya saya mendapat tempat untuk menaruh barang-barang saya di kampus. Barang-barang saya ada di sebuah tempat bernama aquarium hanya beberapa buku dan baju. Lalu saya tidur di mana? Saya berpindah-pindah. Saya pernah numpang tidur di sanggar teater Cowboy, pernah numpang tidur di warung burjo yang biasanya saya tempati, dan ada banyak lagi. Tidak lama, hanya beberapa hari lalu pindah lagi. Hingga saya merasa bahwa saya adalah pengembara.
Apakah sudah membosankan? Tentu tidak karena kalian akan melanjutkan membaca.
Lalu, berbicara masalah tidur di kampus, saya punya pengalaman unik, orang main kuda tapi kuda boong. you sing you loose. Tidak lucu, ya? Tidak masalah. Saya akan tetap melanjutkan cerita pengalaman saya. Ketika itu sedang ada acara di kampus, acara tahunan anak jepang. Banyak anak lembur untuk mengerjakan properti maupun hiasan. Hari itu saya tidak tahu mau tidur di mana. Jadi saya memutuskan untuk tidur di kampus saja. Meski horror, kalau sudah begini ya berani. Saya memilih untuk tidur di teras, toh, besok libur kuliah. Ketika anak-anak jepang sudah beranjak, saya mencari alas untuk tidur agar tidak masuk angin. Saya cari-cari dapatlah triplek. Tapi anjingnya adalah tripleknya sudah dibuat siluet tokoh kartun. Tapi yasudahlah. Akhirnya saya tidur mengikuti siluetnya. Posisi saya geser sedikit, pasti kena lantai. Hehehe. Lucu juga pengalaman itu. Besoknya saya dibangunkan anak-anak-anak jepang sekaligus melanjutkan mengerjakan triplek. Sungguh tengsin. Untung saja tidak punya tempat tinggal ini hanya berlangsung sebulan. Setelah itu saya tinggal di kontrakan teman saya.
Ohiya, sebelumnya saya tinggal di sanggar teater saya sendiri. Kalau kalian belum tahu, selama saya di kampus saya mengikuti ukm teater. Tapi tenang saya tidak akan menceritakan pengalaman saya berteater. Karena tidak mungkin saya bercerita tentang penyutradaraan, keaktoran, dan yang lainnya. saya akan bercerita tentang hal yang saya alami selepas pentas. Bagi saya pentas adalah waktu terbaik untuk bertemu kawan lama. Usai pentas kami biasa berkumpul dan bercanda sambil minum-minum. Biasanya saya mengajak penjaga gedung untuk ikut dengan kami. Toh, minum-minum tidak mengenal konsep kelas. Saat banyak orang sudah teler dan tergeletak di lantai. Ada seorang perempuan yang meminta diantarkan untuk ke toilet. Kahirnya diantarkan oleh salah seorang kawan saya. Saya dan teman-teman lain masih melanjutkan kegiatan. Hingga saya kebelet pipis dan langsung saja beranjak ke toilet. Dalam perjalanan saya mendengar suara yang tidak asing. Ya, desahan perempuan! Saya telusuri ternyata asalnya dari toilet. Saya pelankan langkah kaki saya karena takut mengganggu. Oh, ternyata benar di toilet itu terjadi persetubuhan. Saya baru ingat alau dua teman saya belum balik. Dalam pikiran saya, "Oh ini yang dimaksud one night stand". Saya berbalik arah dan menuju toilet yang lain membiarkan mereka mencapai orgasme.
Banyak hal yang saya alami di kampus. Ada yang menarik dan tidak. Mungkin itu dulu saja pengalaman saya yang pernah saya alami di kampus. Apakah kalian punya cerita yang sama juga?
Tabik.
Komentar
Posting Komentar