KENANG-AN

Hal yang menyebalkan adalah ketika orang yang dulu sering kita ajak bercerita tentang kenangan menjadi kenangan.

Terkadang ketika saya menceritakan kenangan kepada seseorang, ada lagi ingatan tentang orang lain yang teringat. Tentu saja ini adalah kenangan yang penuh dengan penyesalan. Sebab, kenangan inilah yang seringkali teringat ketimbang kenangan yang bahagia. Entahlah, saya kurang bisa memahami kerja kenangan dalam pikiran saya.

Kenangan dalam bayangan saya adalah benda yang mudah terbakar. Sekali percikan kobarannya sulit dipadamkan. Seringkali saya hanya menghindari percikan-percikan dengan tidak sama sekali mengungkit atau menyebutkannya. Tetapi itu adalah hal yang sangat sulit untuk dikendalikan. Jika ada orang yang berprofesi sebagai pengendali kenangan, saya akan berguru padanya. Sebab, hingga kini saya tidak bisa mengendalikannya. Sedikit pun.

Jika memiliki kesempatan untuk mengubah kenangan agar tidak lagi menjadi kenangan, saya tidak akan menggunakannya sebab saya takut. Ya, takut. Saya takut kehilangan siksaan di tengah malam, ingatan-ingatan yang haru biru tentang seseorang. Namun, jika saya boleh memilih, saya hanya ingin lebih tabah menghadapi segala kenangan yang datang tiba-tiba dan menghilangkan logika bahwa ia telah tiada dan akan tetap menjadi kenangan. Sebodoh inilah saya menghadapi kenangan.

Namun, saya tetap memercayai bahwa segala hal yang memang milik saya akan tetap saya miliki. Meski hal itu telah menjadikenangan.

Sepertinya sekarang saya sedang dalam kondisi yang menyedihkan. Setelah saya menutup tulisan ini mungkin hal pertama yang ingin saya lakukan adalah membereskan kenangan yang berserakan ketika menulis tulisan ini. Ya, kenangan. Kenangan.

Tabik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love