bela kangan.

 Hello, Blog.

Pandemi ini sepertinya membuat orang mudah merasa kesepian, ya. Apakah kesepian juga mengendap di benak kalian? Saya harap tidak. Tapi, kalau kalian merasakannya, tenang saja, masih ada permasalahan selanjutnya yang lebih berat. Hehehe.

Terkadang sangat menyiksa. Saya bingung bagaimana menghilangkannya. Akhirnya ya cuma nonton Youtube, merokok tengah malam karena tidak bisa tidur, dan terhitung selama di rumah saya hanya ngopi dengan Kukuh, Bagus, dan JPRX. Tapi, sepertinya kesepian itu juga yang memicu untuk menulis skripsi di blog ini. Setidaknya ada positifnya lah ya. Hehehe.

Atau mungkin saja kurangnya interaksi secara drastis yang menghadirkan kesepian? Saya pun tak tahu. Dulu sebelum pandemi, sewaktu di kampus, saya sangat sering berinteraksi, membicarakan banyak hal dengan banyak orang. Tiba-tiba ketika pandemi, saya terpaksa di rumah saja.

Tidak terasa sekarang sudah hampir satu tahun indonesia akan aniversary dengan Covid-19. Waktu berlalu begitu cepat, ya? Menteri sudah korupsi 17M dan sayamasih menjalankan protokol 3M.

Selain merasa kesepian, sepertinya saya juga kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan banyak orang, bahkan orang yang saya kenal. Saya kurang bisa membedakan mana candaan dan serius. Lebih sensitif dengan apapun yang saya lihat dan saya dengar. Lebih mudah cemas dan khawatir

Entahlah. Setidaknya itulah yang saya rasakan belakangan ini. Toh, seburuk-buruknya pandemi, ia mematahkan anggapan saya bahwa setiap orang peduli itu salah. Sudah dulu, ya.

Tabik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love