thanks god for Teater Lingkar!

Ya, tahun ini rasanya jadi tahun yang berat untuk kawan-kawan di dunia kreatif berkarya secara maksimal, termasuk saya. banyak hal yang tidak bisa saya lakukan di tahun ini. Termasuk skripsi.

Tetapi, sungguh, ini adalah hari yang menyenangkan. Bukan karena saya melakukan sebuah hal menakjubkan, tetapi karena teman-teman saya di Teater Lingkar bisa tetap berkarya meski kondisi seperti ini. Baru tadi diunggah di Youtube. Kalau mau menonton, bisa klik.di sini ya. 

Dalam kurun waktu 4 bulan, sudah ada dua pementasan yang menurut saya layak tayang. Pada pentas pertama saya jadi sutradara. ternyata susah menyutradarai orang yang mudah panik, di disko pula. Kemudian, pada pentas kedua saya mencoba jadi support-system yang baik. Tetapi kemarin sempat dimarahi sutradara karena ketika rapat saya mengacau. Padahal kan biar seru ya. Hehehe.

Ohiya, hebatnya lagi semua orang yang bekerja di sini adalah angkatan 2019, yang artinya baru setahun di sanggar. Anak kemarin sore yang sangat berbakat! hahaha. Mengangkat tema yang sensitif namun tetap asik dilihat adalah konklusi ketika saya menonton hasil videonya. Isu sesensitif apapun, akan mudah diterima jika narasi yang dibangun memang bagus. 

Pada akhirnya saya merasa bahwa Lingkar sedang berada di jalur yang "lingkar". Berkarya. Ya, berkarya dengan sepenuh hati, kerja keras, serta kerja tim yang apik dan saling dukung antar divisi benar-benar membuat saya senang. Ohiya, saya bangga pada kalian!

Akhirnya bisa meninggal dengan damai. 

Komentar

  1. Jangan meninggal dong wkwk
    Makasih, Masrul, atas bimbingannya hehe

    BalasHapus
  2. Kita blm sepanggung lagi, awas aja kl mati sblm itu. Kupanggil lagi arwahmu mas

    BalasHapus
  3. Meninggal keknya bisa tu, next pementasan kita temanya horror. “Pemanggilan Arwah Mas Ruly” xixixi

    Makasih banyak Mas Ruly

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love