insomnia gara-gara negara

Belakangan ini saya kurang bisa tidur nyenyak. Entah kondisi tubuh atau pikiran yang carut marut yang membuat saya kurang bisa tidur nyenyak. Tapi, pengesahan UU Omnibus Law cukup membuat saya membayangkan hal-hal buruk di masa depan.

Saya lahir dari keluarga buruh, ayah buruh lepas dan ibu saya buruh pabrik. Melihat beberapa pasal yang lumayan bikin kepala pusing membuat saya membayangkan bagaimana nanti ibu saya masih bekerja di masa tua. Apakah negara berniat melihat membubarkan bayangan masa depan orang tua saya yang hanya ingin duduk di teras sambil bercanda? 

Melihat ibu dan ayah saya masih bekerja membuat saya bersemangat dalam melakukan apapun. itulah alasan saya pulang ke rumah ketika saya lelah menjalani hidup. Namun, melihat kondisi sekarang, sulit rasanya untuk optimis menjadi kaya. Namun, saya harus tetap optimis. Sudah bukan anak pengusaha, miskin, pesimis pula, mau jadi apa? 

Bahkan, adik saya yang masih kelas 2 SMP mengajak saya untuk pindah negara melihat kondisi indonesia seperti ini. Entah bercanda atau memang adik saya sudah kritis sejak kecil, tapi ini memberikan isyarat bahwa negara ini akan makin susah di masa depan. 

Saya belum membaca secara detail dan intensif pasal mana saja yang berpotensi membuat kerja buruh makin tersiksa. Tapi, mengetahui UU Omnibus Law disahkan saja sudah membuat saya tidak bisa bercanda. 

Dalam pikiran saya hanya memikirkan bagaimana caranya bertahan. Semoga masih ada harapan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love