-

Kali ini saya akan membahas tentang pandemi yang menyebalkan dan merugikan. bukan membahas tentang konspirasi atau politik di belakang ini atau apapun yang menyebalkan belakangan ini. Tapi apa yang saya dapatkan di masa-masa sulit seperti ini, dalam islam ini disebut hikmah. CMIIW. jangan lupa berdoa agar kita bisa melewati pandemi yang bang*sat ini. 

Semenjak saya di rumah saja dan tidak sesering dulu keluar rumah, saya mulai mengamati bahwa saya lebih menyukai gaya tampilan yang sederhana, sangat sederhana. bukan hanya saya tidak mampu membeli barang mahal yang penuh corak, tetapi juga karena saya sadar bahwa "kalo ganteng, gimanapun ya tetep ganteng." Ini bukan ngomongin diri saya. Tetapi memang begitu adanya. Tidak, saya hanya merasa lebih percaya diri ketika memakai baju polos tanpa motif dan corak apapun. Ya, pandemi ini membuat saya menemukan satu cara untuk lebih percaya diri selain memanjangkan rambut. 

Sudah sekitar 4 bulan saya di rumah, membuat saya mengeksplorasi kemampuan saya dalam menciptakan menu, tentunya bareng adek saya yang jago masak. Kebosanan karena makan itu-itu saja yang membuat saya mencoba. Tidak banyak menu yang bisa kami ciptakan, tapi cukup menghibur juga agenda memasak belakangan ini. selain saya jadi lebih dekat dengan adek, saya juga bisa membalik telur hanya dengan teflon. Keren. Ada tebakan nih "teflon apa yang merdu?" yak benar "teflon aku, 727 empat kali". Apakah kalian membaca sambil bernyanyi? Kalau iya mungkin kalian suadah tua. Hahahaha tidak lucu sekali guyonan saya di tulisan ini. Tapi, yasudahlah. 

Sepertinya memang benar bahwa pandemi ini ada untuk membiarkan alam bernafas sejenak, sekaligus mendekatkan diri kita dengan alam. Kedekatan dengan alam membuat saya tau bagaimana suara daun yang bergesekan diterpa angin. Berlebihan memang, tapi cobalah sebentar menghindari hiruk-pikuk kota dan keramaian sosial media, kamu akan tau bagaimana alam dan manusia punya hubungan yang setara. 

hard skill dan soft skill juga lumayan terasah dengan rutin. Belakangan ini saya belajar untuk bermain gitar dengan metronom agar mainnya rapi dan gak out of tempo, begitu katanya Tomo Fujita. Oh, iya, kemarin ada live akustik di tempat teman saya dan dipaksa tampil oleh teman saya, dan lancar-lancar saja dan gak lupa chord kayak biasanya. Setelah ini saya mau belajar lebih keras agar bisa bermain seperti John Mayer yang bisa bending g-spot. HAHAHA. Kalau softskill ini saya hanya merasa lebih rutin menulis, apapun itu, latihan biar gak terbiasa males aja. Selain itu, saya juga mengikuti petuah  Almarhum mas Rijal, dia ngomong kalau "nulis aja terus, mood atau gak mood, biar kamu lebih tahu bagaimana tulisan kamu". Sekarang saya tahu bahwa saya tetep bisa nulis, bahkan tanpa inspirasi.

Inti dari tulisan ini sebenarnya cuma pengen nulis aja tentang hari-hari ke belakang. Dan yang paling penting saya tahu bahwa nulis itu juga bisa jadi obat penenang biar lega soalnya saya jarang mau cerita. Yaudah, gitu aja. Terima kasih sudah membaca.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love