Apa yang Harus Kamu Dengarkan Sebelum Meninggal #5
Mendengarkan track Red Hot Chilli Peppers selalu bisa membuat saya menggelengkan kepala seperti sedang senam SKJ. Awal tulisan sudah bercanda. Meski tidak lucu, saya tetap berusaha.
Berkarir sejak 1983 tidak membuat mereka, Red Hot Chilli Peppers, berhenti berkarya. Band yang kini dikawal oleh Kiedis, Flea, Frusciante, dan Chad dikabarkan tengah membuat album. Mendengar kabar yang menyenangkan itu membuat saya antusias hingga dibuatlah tulisan ini. Kembalinya John Frusciante dalam band juga membuat seluruh penikmat RHCP tidak sabar menunggu album terbaru dari band ini. Apakah menarik? Kita tunggu saja nanti.
Berkarir sejak 1983 tidak membuat mereka, Red Hot Chilli Peppers, berhenti berkarya. Band yang kini dikawal oleh Kiedis, Flea, Frusciante, dan Chad dikabarkan tengah membuat album. Mendengar kabar yang menyenangkan itu membuat saya antusias hingga dibuatlah tulisan ini. Kembalinya John Frusciante dalam band juga membuat seluruh penikmat RHCP tidak sabar menunggu album terbaru dari band ini. Apakah menarik? Kita tunggu saja nanti.
Ohiya, saya mulai mengenal Red Hot Chilli Peppers dari kaset pita milik kakak saya, kalau tidak salah album Stadium Arcadium. Pertama kali mendengarkan langsung menggerakkan kaki mengikuti tempo. Sejak itu juga saya memuja Red Hot Chilli Peppers. Lalu kenapa saya menulis tentang mereka? Tidak lain dan tidak bukan adalah memang musik yang mereka bawakan itu menarik buat saya. Irama gitar, bass, drum yang dipadukan dengan lirik ciamik Kiedis membuat lagu-lagu mereka abadi dan melintas di tiap generasi.
![]() |
| foto diambil dari: matamatamusik |
Perpaduan yang menarik memang antara Frusciante, dan Flea dalam membuat komposisi. Kemampuan Frusciante dalam menyetubuhi gitar dapat kalian dengar dalam track Dani California, Snow, atau Can't Stop. Lalu Flea yang selalu bisa melahirkan bassline yang ciamik seperti dalam track Around The World, Wet Sand, atau Paralel Universe. Perpaduan antara Flea dan frusciante pasti tidak akan menarik jika diiringi drumer seperti Pepeng St12. Beruntung mereka mendapatkan drumer sekelas Chad Smith yang mewadahi kehebatan frusciante dan Flea.
Terlebih Kiedis yang sangat pandai memutar kata malah kau tuduh akulah segala penyebabnya. Loh, kok jadi ke sana. Maaf biar lucu aja. Walau kurang bisa 'bernyanyi", tapi kecanggihan Kiedis dalam menulis lirik membuat Red Hot Chilli Peppers melejit. Under The Bridge adalah salah satu contohnya. Sometimes I feel like I don't have a partner//Sometimes I feel like my only friend//Is the city I live in, the city of angels//Lonely as I am, together we cry, potongan lirik yang sangat melankolis dari lagu Under The Bridge menjadikan mereka layak untuk kalian jadikan asupan telinga agar tidak melulu dimasuki omongan tetangga.
Sekian dulu tulisan tentang salah satu band yang harus saya tonton konsernya secara langsung, Red Hot Chilli Peppers. Terima kasih sudah membaca.

Komentar
Posting Komentar