Hidup itu Sulit, tapi Menyenangkan
Memang benar, kawan, hidup itu sulit, sangat sulit, tapi menyenangkan. Ingatkah kamu ketika pertama kali masuk ke sekolah dan dikelilingi orang-orang asing yang terlihat menyebalkan? Ingatkah kamu ketika pertama kali mengambil rapor dan jantung serasa berdebar menanti pengumuman rangking? Ingatkah kamu ketika pertama kali tidak diterima di sekolah impian dan akhirnya merasa menjadi orang terbuang?
Mungkin saja itu semua pernah kamu rasakan. menjadi pemalu, penakut, dan merasa terbuang, atau mungkin saja pernah mengalami hal-hal yang menyebalkan lainnya, seperti diejek karena hasil-hasil yang tidak sempurna, atau ketakutan untuk menjajal panggung pertama kamu di sekolah. Ya, kawan, semua yang saya katakan mungkin tidak kamu alami. Mungkin saja ketakutanmu adalah tentang mengungkapkan cinta kepada seseorang yang sudah kamu puja sejak lama, atau saja kamu minder karena tubuh yang tidak sesempurna, atau saja orang tuamu terlalu banyak menuntut hingga akhirnya kamu tidak percaya dengan apa yang sudah kamu perbuat. Saya tidak tau. Tetapi kamu pasti pernah mengalami sebuah masa di mana hidup itu sulit dan ingin sesegera mungkin mengakhiri hidup. Tunggu sebentar.
Tapi, tidakkah kamu merasakan seberapa menyenangkannya berkenalan dengan banyak orang yang membuatmu tahu bahwa kamu sulit mengingat nama orang. Atau mungkin saja jika kamu tidak takut mendapatkan nilai yang jelek kamu tidak punya jiwa kompetitif dan nantinya membuatmu tidak terpacu untuk terus memperbaiki diri. memang benar Apa yang saya sebutkan tadi mungkin saja tidak terjadi ketika kamu sedang merasa kesulitan tapi pasti kamu akan merasa hal-hal itu menyenangkan ketika sudah jauh berlalu. Lihatlah dirimu sekarang di cermin, apa jadinya jika kamu tidak mengalami kesulitan yang kamu alami di masa lalu? Coba tersenyum dan pujilah dirimu sendiri atas keberhasilanmu melewati rintangan dan hadangan yang sulit itu. Ohiya, kawan, jangan lupa, kalau kamu capek, istirahat ya.
Tapi, tidakkah kamu merasakan seberapa menyenangkannya berkenalan dengan banyak orang yang membuatmu tahu bahwa kamu sulit mengingat nama orang. Atau mungkin saja jika kamu tidak takut mendapatkan nilai yang jelek kamu tidak punya jiwa kompetitif dan nantinya membuatmu tidak terpacu untuk terus memperbaiki diri. memang benar Apa yang saya sebutkan tadi mungkin saja tidak terjadi ketika kamu sedang merasa kesulitan tapi pasti kamu akan merasa hal-hal itu menyenangkan ketika sudah jauh berlalu. Lihatlah dirimu sekarang di cermin, apa jadinya jika kamu tidak mengalami kesulitan yang kamu alami di masa lalu? Coba tersenyum dan pujilah dirimu sendiri atas keberhasilanmu melewati rintangan dan hadangan yang sulit itu. Ohiya, kawan, jangan lupa, kalau kamu capek, istirahat ya.
Komentar
Posting Komentar