Elegi
Aku tak pernah mengagumi mata cokelatmu
Walau ia membuatku terpana pada pandangan pertama kita
Dan kau bertanya
"Bagaimana jika aku buta, dan kita tak pernah berpandangan?"
Aku tak pernah mengagumi suaramu ketika bercerita
Walau saat itu malam membisu dan kita menyatu
Dan kau bertanya
"Bagaimana jika aku bisu dan tak bisa bercerita lagi?"
Aku tak pernah mengagumi gigimu yang rapi
Bahkan ketika kau tersenyum tanpa pamrih padaku
Dan kau bertanya
"Bagaimana jika aku ompong dan tak bisa tersenyum seperti sekarang?"
Akutak pernah mengagumi rambutmu yang cokelat
Bahkan ketika kau berjalan dengan matahari dan aku memandangi dari kejauhan
Dan kau bertanya
"Bagaimana jika aku mengalami kebotakan dan tak ada rambut yg menyelimuti kepalaku?"
Kekasih, aku mengagumimu tanpa tetapi,
seperti aku mencintai mawar beserta durinya
Aku mengagumimu tanpa tanda tanya,
seperti aku yang tak pernah bertanya kenapa kau pergi tanpa tanda.
Malang, 18 maret 2018
Walau ia membuatku terpana pada pandangan pertama kita
Dan kau bertanya
"Bagaimana jika aku buta, dan kita tak pernah berpandangan?"
Aku tak pernah mengagumi suaramu ketika bercerita
Walau saat itu malam membisu dan kita menyatu
Dan kau bertanya
"Bagaimana jika aku bisu dan tak bisa bercerita lagi?"
Aku tak pernah mengagumi gigimu yang rapi
Bahkan ketika kau tersenyum tanpa pamrih padaku
Dan kau bertanya
"Bagaimana jika aku ompong dan tak bisa tersenyum seperti sekarang?"
Akutak pernah mengagumi rambutmu yang cokelat
Bahkan ketika kau berjalan dengan matahari dan aku memandangi dari kejauhan
Dan kau bertanya
"Bagaimana jika aku mengalami kebotakan dan tak ada rambut yg menyelimuti kepalaku?"
Kekasih, aku mengagumimu tanpa tetapi,
seperti aku mencintai mawar beserta durinya
Aku mengagumimu tanpa tanda tanya,
seperti aku yang tak pernah bertanya kenapa kau pergi tanpa tanda.
Malang, 18 maret 2018
Komentar
Posting Komentar