Vienna: Pesan Billy Joel Untuk Overthinker

 Hallo, Blog. 

Hari ini saya akan menulis tentang penyanyi yang belakangan ini sering saya dengarkan. Dia bernama Billy Joel, The Piano Man. 


Saya mulai sering mendengarkannya setelah menonton ulang serial The Boys. Hugie Campbell, salah satu karakter di serial tersebut, dimainkan oleh Jack Quaid, adalah fan garis keras Billy joel. Bahkan, di episode pertama, di mana dia kehilangan pacarnya, omongan terakhir kepada pacarnya adalah "don't you ever mesmirch Billy Joel". Dan di akhir season 2 Hughie mengungkapkan kenapa dia begitu mencintai Billy Joel yaitu karena kenangan sentimentil tentang ibunya. 

Dari beberapa lagu yang saya dengarkan, ada Uptown Girl yang menggambarkan kisah cinta saya saat ini, We Didn't Start The Fire yang memberi saya semangat lagi. She's Alway a Woman yang mengingatkan saya kepada seseorang yang pernah saya cintai. Tapi, dari beberapa lagu Billy Joel, untuk saat ini, Vienna yang berhasil menampar saya. Bagaimana tidak? Seluruh bagian liriknya sangat relate dengan saya. Berada di umur 25, selalu merasa kebingungan karena masih tidak punya pekerjaan, dan hingga sejauh ini belum ada sesuatu hal yang bisa saya banggakan. 

Saya masih ingat ketika pertama kali mendengar lirik lagu Vienna, "Slowdown you crazy child" saya berhenti melakukan aktivitas saya saat itu dan mendengarkan dengan hikmat. "You're so ambitious for a juvenile// But then if you're so smart tell me// why are you still so afraid?" Bagaimana saya tidak tertampar dengan lirik seperti ini? Sesaat saya sadar bahwa saya bermain teater, tidak pernah mencoba hal-hal baru, seperti buat film, sinematografi, desain, ilustrasi, fotografi dan masih banyak lagi. Hal-hal yang sangat mendukung apa yang saya lakukan tapi saya masih takut untuk mencoba. 

Hanya untuk intermezzo, apakah anda pernah merasa sudah menguasai suatu hal tapi masih ketakutan untuk melangkah? Mungkin Vienna bisa anda dengarkan. 

Tamparan itu tidak hanya berhenti sampai di sana. Di bait kedua kita sudah disuguhi lirik "Where's the hurry, what's the hurry about// you better cool it off before you burn it out// you got so much to do and only so many hours in a day// Ya, terkadang kita merasa terlalu banyak hal yang harus kita kerjakan. Entah karena tujuan kita yang banyak atau tuntutan orang tua yang tak bisa kita elak. Sedangkan waktu 24 jam per hari terasa tidak cukup untuk menggapainya. Berulang-ulang hingga akhirnya tidak membuahkan apa-apa. 

Sebentar, lirik di chorusnya agak menusuk. Saya perlu menyiapkan diri. 

"But you know that when the truth is told that you can get what you want or you can just get old" Lirik ini, di interpretasi saya adalah bentuk lain dari "Time will tell" atau "Kabeh ki enek wayahe". Pada akhirnya saya merasa bahwa saya tidak pernah relax dalam menghadapi sesuatu di depan saya. Seringkali panik, khawatir, bingung sendiri, takut hasil yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan  dan lupa bahwa pada akhirnya semua akan baik-baik saja. 

"You're gonna kick off before you even get half trough// When you will realize... Vienna wait for you" Saya selalu mengartikan Vienna sebagai "sesuatu yang indah". Jika digabungkan maka diartikan menjadi "Kapan kamu menyadari bahwa sesuatu yang indah telah menunggumu" Seringkali saya lupa untuk menikmati hari demi hari, mensyukuri apa yang telah saya miliki, dan tidak perlu takut kalau besok saya tidak bisa makan. 

Slow down you're doing fine// You can't be everything you want before your time// Although it's so romantic on the borderline tonight. Pasti kita pernah merasa tidak tenang padahal apa yang kamu lakukan sudah benar. Entahlah, hal ini sering saya alami, terlebih belakangan ini. Seringkali saya atasi dengan merokok atau tarik napas dalam-dalam sambil meyakini diri saya bahwa semua akan berjalan dengan baik-baik saja. Karena Weezer bilang kalau "Everything will be alright in the end". 

Too bad, but its the life you lead// You're so ahead of yourself that you forgot what you need// Though you can see when you wrong// you know you can't always see when you're right. Meski kadang apa yang kita lakukan sudah maksimal, seringkali kita gagal. Akhirnya, kita menyalahkan diri sendiri atas kegagalan itu. Padahal, kegagalan itu hanya berarti kita tidak berhasil, tapi bukan berarti itu adalah akhir. Terkadang kita tenggelam karena tidak tahu apa yang harus kita lakukan. 

You got you passion, you got your pride// But dont you know that only fools are satisfied?// Dream on, but dont imagine they'll come true// when will you realize... Vienna waits for you? Ya, lirik ini begitu relate dengan saya. Setelah saya menemukan "passion" di seni peran. Saya selalu bermimpi untuk jadi aktor yang ada di layar lebar layaknya Johnny Depp atau Tom Hardy. Belum berhasil tapi, tidak apa-apa. Apa kalian juga punya mimpi yang belum berhasil? 

Slow down you crazy child// Take the phone off the hook and dissapear for a while// It's alright, you can afford to lose a day or two// When you realize.. Vienna waits for you// And you know that when the truth is told// that you can get what you want or you can just get old// You're gonna kick off before you even get half trough// When you will realize... Vienna wait for you" Hingga akhir lagu, Billy Joel menyanyikannya dengan lebih lantang seakan meneriaki orang seperti saya untuk segera bangkit karena semua akan baik-baik saja. Terima kasih, Billy!

Pada akhirnya, kita akan gagal, juga akan bangkit. Tetapi, yang jadi permasalahan adalah bagaimana kita menyikapinya. Sejak saya mendengarkan Vienna, saya tidak lagi takut untuk gagal karena saya masih punya waktu seumur hidup untuk mencoba. Saya harap kalian juga berpikiran sama. 

Tabik. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love