Apa yang Harus Didengarkan Sebelum Meninggal #3
Melanjutkan edisi kemarin yang membahas tentang Weezer dan The Adams, dan sepertinya ini akan jadi topik tersendiri di blog ini. Jadi seperti edisi di majalah musik jaman dulu tapi belum tahu terbitnya tiap kapan, Soalnya saya males aku tuh buat nulis tp harus tetep dilawan dong ya. Lah, malah curhat.
Ohiya, sebenarnya saya membuat tulisan bertema musik seperti ini adalah bentuk kerinduan saya membaca majalah musik sewaktu SD. Sepertinya format tulisan bermediakan kertas sudah pada bangkrut semua, ya Tuhkan, jadi curhat lagi.
Kini saya akan membahas band yang tidak asing langi di kalangan pecinta musik lawas yang cadas. Yak, benar, mereka adalah Kelompok Penerbang Roket. Band Rock asal Jakarta yang dikawal oleh John (bass), Rey (gitar), dan Coki (drum) sudah menelurkan dua album, yaitu Teriakan Bocah (2015) dan Galaksi Palapa (2018). Album teriakan bocah ini baru nempel di telinga pas 2 tahun setelah rilis yaitu 2017, awal-awal jadi mahasiswa, mungkin karena sampul albumnya yang menurut saya kurang menarik jadi saya baru dengerin dua tahun setelah terbit itupun dikasih tahu oleh temen SMA saya. Tapi sekali denger langsung nyantol banget di kuping. Akhirnya jd band yang akan saya masukkan dalam topik "apa yang harus kamu dengarkan sebelum meninggal" edisi ketiga.
Ohiya, sebenarnya saya membuat tulisan bertema musik seperti ini adalah bentuk kerinduan saya membaca majalah musik sewaktu SD. Sepertinya format tulisan bermediakan kertas sudah pada bangkrut semua, ya Tuhkan, jadi curhat lagi.
Kini saya akan membahas band yang tidak asing langi di kalangan pecinta musik lawas yang cadas. Yak, benar, mereka adalah Kelompok Penerbang Roket. Band Rock asal Jakarta yang dikawal oleh John (bass), Rey (gitar), dan Coki (drum) sudah menelurkan dua album, yaitu Teriakan Bocah (2015) dan Galaksi Palapa (2018). Album teriakan bocah ini baru nempel di telinga pas 2 tahun setelah rilis yaitu 2017, awal-awal jadi mahasiswa, mungkin karena sampul albumnya yang menurut saya kurang menarik jadi saya baru dengerin dua tahun setelah terbit itupun dikasih tahu oleh temen SMA saya. Tapi sekali denger langsung nyantol banget di kuping. Akhirnya jd band yang akan saya masukkan dalam topik "apa yang harus kamu dengarkan sebelum meninggal" edisi ketiga.
![]() |
| http://audiopromedia.co.id/2018/02/06/kelompok-penerbang-roket-a-night-schouwburg/ |
Nama Kelompok Penerbang Roket mengingatkan saya kepada lagu Mencarter Roket yang dilantunkan oleh duo legendaris yang memang kribo, yaitu "Duo Kribo" yang beranggotakan Ahmad Albar dan Ucok Harahap. Ternyata benar, dalam suatu wawancara mereka mengungkapkan bahwa nama Kelompok Penerbang Roket terinspirasi dari sebuah lagu dari Duo Kribo yang berjudul mencarter roket.
Musik rock Indonesia era 70-an yang sepertinya dijadikan GHBN (Garis Besar HaluanNegara Ngeband) oleh Kelompok Penerbang Roket seakan muncul sebagai alternatif baru di tengah ramainya industri musik akustik senja-senjaan yang membuat ngantuk dan musik EDM yang bikin pusing. Atau mungkin saja telinga saya tidak cocok dengan musik pelan seperti itu. Tapi, untuk kalian yang sudah mulai bosan dengan musik arus utama, KPR bisa jadi alternatif untuk kalian dengarkan. Musik cadas dengan tempo yang cepat dan kebisingan distorsi siap merongrong kemarahan yang sudah lama ada di kepala semua pendengar!
Musik rock Indonesia era 70-an yang sepertinya dijadikan GHBN (Garis Besar Haluan
Mendengarkan Kelompok Penerbang Roket seakan mendengar kemarahan dari dalam diri kita yang disalurkan lewat lagu. Tema setiap lagu juga bertemakan hal-hal yang sepertinya kurang diangkat dalam obrolan di tongkrongan. Seperti track mati muda, anjing jalanan, atau ironi. Seakan-akan tidak lazim untuk mengangkat permasalahan seperti menyia-nyiakan masa muda atau anjing jalanan yang bercerita tentang orang-orang pengangguran yang seakan membuat risih mata, atau lagu ironi yang bercerita tentang ketakutan untuk melawan karena nantinya tidak punya teman.
sepertinya sekian dulu saya bahas tentang KPR. Sebenarnya sih pengen saya tutup dengan ciamik, tapi saya malas untuk merangkai kata. jadi, selamat membaca dan sampai jumpa di tulisan berikutnya!
sepertinya sekian dulu saya bahas tentang KPR. Sebenarnya sih pengen saya tutup dengan ciamik, tapi saya malas untuk merangkai kata. jadi, selamat membaca dan sampai jumpa di tulisan berikutnya!
"Konsistensi rock 70-an yang kental dalam setiap lagu yang seakan membawa kita ke nuansa tahun 70-an jadi alasan kenapa Kelompok Penerbang Roket layak didengarkan hingga kapanpun!"

Komentar
Posting Komentar