Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

The End of The Beginning

 Hallo, Blog.  Sepertinya untuk sekarang saya bisa sedikit lebih lega karena tidak perlu repot membayar UKT. Ya, saya lulus. hehehe. Sebenarnya bukan sesuatu yang layak dibanggakan mengingat kuliah saya yang menginjak 10 semester. 10 semester untuk jurusan saya itu seakan aib. Terlebih, di angkatan saya, setelah semester 8  tinggal sisa sedikit anak yang masih kuliah, termasuk saya. Tapi, lulus 10 semester masih tetap hal yang buat saya bangga. Meski tetap di akhir-akhir antara tepat dan terlambat, akhirnya bisa selesai. Banyak yang memberi selamat, lebih banyak yang mewanti-wanti bahwa hidup ini keras. Melompat ke belakang, ada banyak hal yang saya lewati dan lewatkan. Ada hal baik dan hal buruk. Meski lebih sering mengingat hal-hal buruk, toh, kalau diingat-ingat masih ada hal-hal baik yang selalu mengobati.  Saya masih bisa mengingat bagaimana saya dan teman-teman mengajar di SD secara sukarela. Saya masih bisa mengingat bagaimana pentas perdana saya di Teater Lin...

Menjadi Panitia, tapi Tidak Perlu Danus

 Hallo, Blog.  Hari ini saya rasa terlalu makan banyak daging kambing. Pusing mulai tak karuan. mungkin karena saya makan semua dagingnya. Bukan saya rakus, tapi saya di malang sedang sendirian. Teman-teman saya sedang pulang. Jadi ya saya masak dan makan semuanya. Hehehe. Ohya, kemarin saya jadi panitia dadakan di masjid dekat kontrakan. Bukannya kenapa, saya khawatir kalau disuruh danusan. Padahal, saya hanya berniat melihat keseruan bapak-bapak sedang menjegal sapi. Sedang santai menonton, seorang bapak meminta saya untuk megangin kakinya. Ya, apa boleh buat. Saya akhirnya mengeluarkan skill jagal yang sudah lama terpendam.  Dari semua panitian, hanya saya yang tidak membawa pisau. Bukan hanya karena tidak berniat membantu warga, tapi memang tidak ada pisau yang layak dipakai untuk menguliti. Setelah selesai dengan adegan memegangi sapi, saya beralih menjadi kurir. Tugas saya mengantarkan potongan tubuh hewan kurban ke bagian penyisitan dan penimbangan. Jangan salah, m...

Selamat Ulang Tahun.

 Hallo, Blog.  Kemarin, saya baru saja berumur 24 tahun. Umur yang menurut banyak orang adalah fase quarter life crisis. Mungkin saya juga mengalaminya. Saya pun tidak tahu. Katanya, merasa kehilangan tujuan hidup adalah salah satu tandanya.  Saya mungkin tidak kehilangan tujuan hidup. Tapi, saya merasa tersesat. Saya tidak merasakan gairah untuk hidup. Segala sesuatunya terasa biasa saja.  Saya jadi berpikir,  apakah Soekarno juga mengalaminya?  Entahlah. Saya tidak begitu peduli dengan diri saya.  Pada akhirnya,  di umur ke 24 ini, tidak ada yang lebih berarti selain keluarga dan teman yang menyenangkan. Kehilangan, yang mana itu menyakitkan, membuat saya lebih menjaga apa yang kini saya miliki.  Tabik.