Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

cerita

Hallo, Blog.  Sepertinya belakangan ini terasa lebih pusing karena banyak hal yang harus saya perbaiki. Bukan hal yang berat tapi terasa berat karena saya tidak mempersiapkan hal tersebut. Ya, lagi-lagi, skripsi.  Selama 4 tahun saya kuliah, tidak pernah terbesit di pikiran saya untuk rajin membaca buku, mengerjakan tugas dengan maksimal, atau aktif mengikuti kelas. Saya lebih sibuk menjadi aktor, menata musik, berpindah-pindah tongkrongan, dan hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan kuliah.  Apakah sudah terasa ada penyesalan dalam tulisan saya?  Saya tidak menyesal dengan dunia yang saya kerjakan. Tetapi, yang saya sesali adalah banyaknya waktu yang saya gunakan untuk hanya tidur, begadang tidak bertujuan, dan bahkan tidak melakukan apapun.  Apakah saya menyesal? Jelas. Tapi apa guna penyesalan jika saya tak berubah? Untuk itu, saya menulisnya di sini agar tidak lupa. Selain menjadi tempat untuk menuangkan ide saya, blog ini menjadi jurnal saya. Sebab, di sin...

kawan lama

 Hai, Blog.  Hari ini saya akan bercerita dengan salah satu teman yang cukup lama bersama saya. Tidak begitu dekat, saya rasa. Tapi, dia orang yang mempertemukan saya dengan orang yang cukup banyak mengubah hidup saya (baca: cinta pertama). Jadi, tanpa dia, saya tidak akan bertemu dengan "dia" yang artinya saya tidak akan berubah seperti sekarang.  Ohya, sekarang dia sudah berkeluarga dan punya anak. Untuk pembaca yang ingin saya kenalkan, jangan berharap lebih.  Dia bernama Iva, teman saya sejak SMP. Sepertinya dia sudah menjadi wanita kuat yang . mampu menghadapi segala masalahnya. Terakhir kali saya bertemu, dia gendut. karena sedang mengandung anak lucu yang kini bernama Abil. Sepertinya anak kecil itu beruntung karena punya ibu yang siap melindunginya dari segala masalah dari hidup yang kejam ini.  Cukup cerita saya tentang dia. Hanya itu yang saya tahu. Hehehe.  Tabik.

Anabel: hubungan musik dan jatuh cinta

 Akhrinya, saya menemukan hipotesis baru antara musik dan jatuh cinta. Kadang kita kesulitan menguraikan bagaimana kita bisa jatuh cinta dengan seseorang dengan penampilan tidak menarik dan otak yang biasa saja. Mungkin, dengan menghubungkannya dengan mendengarkan musik bisa membantu anda menguraikannya.  Baik, mari kita uraikan dalam analisa gembel kali ini. Tidak ndakik-ndakik karena memang tidak mampu. Hehehehe. Apakah anda pernah jatuh cinta? Saya yakin semua pembaca blog saya pernah jatuh cinta. Setidaknya jika tidak berujung pada hubungan yang serius, maka pernah menjadi patah hati yang serius. Sungguh tidak beruntungnya kamu jika tidak pernah jatuh cinta.  Ada berbagai perasaan yang campur aduk ketika kita sedang jatuh cinta. Perasaan itu akan meningkat  ketika saling berpandangan, bergandengan, atau sekadar melihat dia lewat di depan mata. Kadang muncul di benak kita "kok gini, ya?"  Hal yang sama ketika kita mendengarkan musik yang kita suka. Kadang kit...

memulai

 Hal terbaik yang pernah saya lakukan di awal tahun ini, setidaknya sebelum saya membuat tulisan ini, adalah mulai mengerjakan skripsi. Berbulan-bulan saya tinggal menonton film, dan kegiatan lain yang membuat saya jauh dari skripsi.  Akhirnya saya sadari itu salah. Sebab, memang tidak akan ada ketenangan dari menghindari sebuah permasalahan. Ya, saya menganggap skripsi sebagai sebuah permasalahan karena banyak hal dan teori yang tidak saya pahami. Selain itu, saya pemalas.  Mulai mengerjakan skripsi sejauh ini menjadi pencapaian terbaik saya. Ternyata tidak sesulit bayangan saya, tapi juga tidak mudah. Semua serba learning by doing. Kalau saya tidak mengerjakannya, mungkin saya tidak akan mengetahui bagaimana cara menganalisis sebuah data. Masih banyak kesalahan ketika saya konsultasi pada dosen saya. Tapi saya tidak menyerah, apalagi menghindar.  Baik, saya akan sudahi dulu tulisan ini dan kembali mengerjakan skripsi. Tabik.

Mimpi Semalam

 Hallo, blog.  Saya akan bercerita tentang mimpi yang baru saja alami tadi malam. Mimpi yang membuat saya bangun jam 2 malam. Lebih tepatnya mimpi buruk. Saking buruknya saya masih bisa mengingatnya.  Mimpi ini tentang isu yang belakangan ini muncul kembali, pengeboman dari teroris. Terakhir saya melihat berita, ada pengeboman di salah satu Gereja di Makassar. Mungkin saja itu yang membuat saya bermimpi tentang pengeboman. Baik, saya akan bercerita.  Jadi, saya sedang mengendarai motor. Entah menuju ke mana, tapi yang jelas saya sedang berada di jalanan yang ramai orang, Tidak ada pikiran yang aneh sampai seorang dalam mobil menoyor kepala seorang wanita yang berjalan dengan keluarganya, Orang itu memakai pakaian ala orang baru hijrah: gamis panjang, cadar, dan serba hitam. Tidak bermaksud menghina, tapi memang yang ada dalam mimpi saya ya seperti itu.  Hal yang aneh ialah gerakannya seperti orang sedang menekan tombol. Si wanita juga tidak marah atau apapun....

Alasan menghapus sosial media.

 Jadi, kawan, sejak 2020 saya mulai jengah dengan isi timeline di sosial media. Entah karena di rumah saja atau memang sudah waktunya saya jengah melihat sosial media. Dari mulai trending topik yang ramai oleh akun buzzer dan akun korea, argumen yang sok tau, hingga banyak hal yang aneh tiba-tiba jadi terkenal dan jadi perbincangan. Sosial media menjadi hal yang aneh bagi saya. Seakan hubungan pacaran bertahun-tahun tapi masih tidak kenal satu sama lain. Asing.  Jadi saya memutuskan untuk rehat sejenak dari dunia maya, lebih tepatnya sosial media. saya masih punya YouTube, Blog, Whatsapp, Email, Pinterest. Awalnya hanya saya nonaktifkan sementara karena masih takut ada yang mencari saya lewat DM. Sebab sebelum saya menonaktifkan twitter, saya masih bertukar pesan dengan teman saya yang paling cantik, Karina Rizki.  Ternyata tidak memiliki sosial media sedikit menyiksa di awal. Pada minggu pertama saya tidak tahu harus melakukan apa. Biasanya saya melihat perempuan cantik ...