Menolak Definisi Kebahagiaan Orang Lain.
Melihat linimasa twitter yang belakangan berisi penjemputan Imam Besar, katanya, sangat membuat saya heran takkaruan. Bagaimana tidak? Aksi Menolak Omnibus Law yang terjadi bulan lalu dibungkam aparat dengan bengisnya. Sekarang? Dikawal! ya, dikawal! Saya tidak menyalahkan penjemputannya, tapi sama-sama ngumpulin massa, kenapa perlakuannya berbeda? Sudah, bukan kompetensi saya membahas hal seperti itu. Tetapi ada sedikit pemberitahuan di sana, twitter, yang cukup mengagetkan yaitu balasan dari karib saya untuk tulisan saya yang biasa saja. Memang, kalau belum mengalahkan dengan telak, ia tidak akan tenang, sungguh sifat yang wajib dimiliki fans liverpul. Ia membalas tulisan saya dengan membahas tubuh, lebih tepatnya keambiguan tubuh, saya juga tidak paham . Karena memang kita tidak memahami tubuh kita. Bahkan, kita juga tidak berkuasa atas diri kita sendiri, terlebih kepada orang terdekat kita. Sedari kecil, kita memang tidak memiliki hak penuh atas diri kita. Saat kit...