PERTEMUAN
Karya M. Fianda Ruly Ananta Pada sebuah hari dimana ini merupakan hari terbaikku. Aku yakin pertemuan ini akan hangat dan penuh dengan tawa. Dihiasi dengan alunan jazz—yang memang sudah kusiapkan sebelum kita akan bertemu. Anggur, aku yakin, dia pasti akan terasa manis—hingga pipiku nyeri dan aku kebingungan untuk meredakannya. Dan kau, Puan, pertemuan kita pasti akan menghadirkan gambar di benakku untuk waktu yang sangat lama. Tentang bagaimana kau tersenyum dan tertawa terpingkal-pingkal karena aku sudah merencanakan semua itu, kekasih. Aku sudah mencari apa yang kau suka, apa yang kau biasa tertawakan, dan apa yang membuatmu bersedih. Sudah kupersiapkan semua itu seperti pemaparan proyek kepada Sang Penguasa. Karena aku yakin, kau adalah isyarat Tuhan padaku untuk melabuhkan sejuta keluh kesah dan kelelahanku pada dunia yang tak punya identitas pasti. Hari itu tiba, waktu yang sudah kita sepakati tidak kita khianati. Kau datang tepat pukul 4 sore, di tempatku. Ya, ketika senj...