The One With a Letter for The Readers

 Hallo, Blog. Hai, Kamu. 

Ini adalah surat tentang rasa terima kasih saya kepada kalian yang menyempatkan waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya. 

Apalah arti penulis tanpa pembacanya? Apalah arti musisi tanpa pendengarnya? Apalah arti teater tanpa penontonnya. Dunia seni eksis hingga sekarang karena adanya support system, yaitu penikmatnya. Bagi saya yang menyempatkan diri untuk menulis, tentu saja, pembaca sekalian adalah support system yang membuat saya semangat menulis lagi. 

Pada awalnya saya tidak menghiraukan tulisan apa yang akan saya tulis karena saya tidak berpikir bahwa tulisan saya cukup menarik untuk dibaca sampai selesai. Tapi, anehnya statistik tulisan saya selalu meningkat. Mengetahui bahwa ada orang yang membaca tulisan yang saya bagi di sini membuat perjalanan menulis menjadi hal yang menarik. Seperti ada di sebuah ruang yang berisi percakapan antara saya dan pembaca. 

Hal seperti itu membuat saya berpikir untuk menulis sesuatu yang bisa menyentuh hidup seseorang, setidaknya mengingatkan seseorang kepada momen yang sudah dirasakan. Beruntung kalau bisa mengubah hidup seseorang. 

Bagi saya, ketika kamu membaca tulisan-tulisan saya rasanya seperti memenangkan sebuah pertandingan. Hanya saja ini pertandingan antara saya dan rasa malas. Lengah sedikit, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam tidur-tiduran sambil scroll sosial media dan tidak ngapa-ngapain. Harus saya akui bahwa rasa malas saya ini sudah ada sejak kecil. Saya baru bisa berjalan di umur 18 bulan. Dasar pemalas! 

Menemukan hal yang saya sukai adalah cara saya mengusir rasa malas itu. Musik, teater, menulis, olahraga, dan berdiskusi. Setiap hal yang saya sebutkan di atas, selalu ada support system yang menemani saya. Untuk musik, teater, olahraga, dan diskusi, saya punya teman yang memiliki wujud. Kalau menulis, pembaca sekalian adalah teman hanya tanpa wujud. . 

Menurut Soleh Solihun di blognya, saya sudah ada di tahap kedua karena saya menulis untuk cari perhatian. Itulah kenapa tulisan saya memilih topik tertentu yang saya bahas. Saya juga mempertimbangkan banyak hal ketika menulis, termasuk pembaca,  hingga selingkung atau guyonan di dalamnya. 

Tidak bisa dipungkiri kalau setiap penulis selalu ingin tulisannya dibaca. Itulah kenapa banyak penulis yang memiliki platform seperti blog, medium, wordpress, hingga tumblr. Beruntung untuk orang-orang yang tulisannya diterbitkan di koran atau majalah tertentu karena akan lebih banyak yang membaca tulisannya. Percuma tulisan bagus kalau tidak terbaca, bukan? Tapi yang lebih percuma adalah bisa menulis bagus tapi tidak menulis. 

Menulis membuat kita bertaman dengan orang yang tidak pernah kita temui atau bahkan tidak akan pernah kita temui. Menulis juga membuat saya punya media untuk mengekspresikan hal-hal yang sulit untuk saya ungkapkan. 

Sekali lagi, terima kasih telah membaca tulisan-tulisan saya di blog ini.

Tabik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love