The One With a Changing

  Hallo, Blog.

Sudah 2024 dan pencapaian saya selama ini masih belum cukup untuk disandingkan dengan Messi yang sudah mendapatkan 4 Ballon D'or. Sungguh njomplang. Tapi tidak usah kaget. 

Banyak yang terekam dan lebih banyak yang terlewatkan. Kita belajar dari apa yang gagal. Kita perbaiki di waktu yang akan datang. Begitulah seharusnya, bukan? Sayangnya, kita terlambat menyadari sesuatu yang berharga telah terlewatkan. Waktu. 

Banyak yang terekam di ingatan saya, seperti mengajar teater ke anak-anak yang beranjak dewasa, bekerja di laundry, bekerja di kedai kopi--saya masih belum bisa membuat latte art--meski hanya sebentar, keliling kota sendirian untuk berbicara dengan diri saya sendiri, menemani pacar saya melewati badai skripsi, menonton Silampukau, dan banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan kepada kalian. Akhirnya di bulan September, saya memutuskan untuk pulang ke rumah dan menghilang di antara hingar-bingar kota Malang. 

Memang benar, sejauh apapun kita pergi, rumah adalah tempat untuk saya pulang. Mas Takim pernah bilang kalau "Orang Bojonegoro yang sukses dan pulang itu pasti karena 2 hal, yaitu sudah sukses dan ingin membangun kesuksesan juga di Bojonegoro atau gagal". Sudah pasti saya yang kedua. 

Banyak yang kurang di tahun lalu. Saya tidak berani ambil keputusan m. Banyak juga rencana yang belum terlaksana. Project yang menghilang begitu saja. Semangat dan ambisi yang menguap entah ke mana. Akhirnya saya hanya puas dengan pencapaian "masih hidup di 2023". 

Di 2024, saya hanya ingin memiliki nyali yang lebih untuk mencoba dan membuat sesuatu tanpa takut untuk gagal. Saya rasa itu yang menjadi momok selama bertahun-tahun. Sudah waktunya saya melakukan serangan balik setelah dibombardir bertahun-tahun. 

Kalau ditanya target di tahun ini, saya ingin punya 100 juta di saldo saya. Itu belum termasuk barang-barang yang sudah saya jadikan wishlist dan konser band yang ingin saya datangi. Kalau motivasi dan ambisi hilang, saya pikir itu sudah tidak akan jadi masalah. Saya sudah menemukan mantra untuk kondisi seperti itu. Saya hanya akan bilang "All i want is make you guys happy" sambil memandang foto saya dan orang-orang spesial di dompet saya. 

Sekadar informasi, tahun ini saya akan beranjak ke usia 27 tahun. Usia yang Nicholas Saputra bilang kalau ini adalah usia di mana kita mengambil sebuah keputusan penting yang akan mengubah hidup. Semoga, ya!

Tabik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENGHADAPI UMUR 27

Cuti Patah Hati

The One With Not to Fail In Love