Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

tempat yang ingin saya kunjungi

 Semua orang pasti memiliki tempat yang ingin dikunjungi. Entah bisa diwujudkan atau tidak suatu hari nanti. Toh, terkadang hal-hal seperti itulah yang terkadang memotivasi seseorang, setidaknya menurut saya, untuk lebih semangat dalam bekerja.  Banyak dari teman saya memiliki keinginan untuk pergi ke Jepang untuk merasakan nuansa Tokyo dengan lebih kaffah atau Inggris untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Abbey Road dan sebagainya. Lalu, di mana tempat yang ingin kamu kunjungi?  Jika saya ditanya seperti itu, dengan mantap saya pasti akan menjawab kalau saya ingin mengunjungi seluruh tempat terindah di Indonesia. Saya ingin mengunjungi Indonesia timur, seperti Sumba, Labuan Bajo, Bali, Raja Ampat. Itulah tempat yang selalu ingin saya kunjungi sebelum saya meninggal nantinya. Yang dekat-dekat saja, kalau muluk-muluk takutnya tidak tercapai.  Saya ingin mengunjungi tempat-tempat yang hijau. Tanpa gedung-gedung pencakar langit. Tanpa pabrik-pabrik penyumba...

belakangan ini...

 hallo, blog.  Lama tidak menyapa kalian, ya. Kondisi saya sedang baik-baik saja, tapi beberapa hari ke belakang indera penciuman saya bermasalah. Semoga kalian sehat ya, baik mental maupun fisik.  Ohiya, belakangan ini saya membutuhkan banyak uang untuk membayar ukt. Yahhh, seperti itulah bisnis pendidikan. Menyiksanya tidak kelihatan. Asal pembagian kuota tiap bulan lancar, tidak ada permasalahan. Padahal siswanya tidak mendapatkan porsi belajar yang cukup. Tidak jarang siswa hanya masuk di Zoom tanpa mendengar dosen berkata apa.  Saya tidak menyalahkan kehadiran Covid-19, saya hanya terkadang memikirkan sampai kapan kita, bangsa Indonesia, siap dengan kemajuan teknologi. Sementara kemajuan teknologi hanya seakan memfasilitasi kita untuk mengujar kebencian seenaknya. Bahkan untuk menggunakan teknologi saja kita belum siap secara mental.  Ya, ketidaksiapan itulah yang kita hadapi. Setidaknya itu yang ada dalam pikiran saya. Dan jika melihat lebih dalam ke berba...

kenangan

 Ternyata, hal yang paling menyakitkan tentang kenangan adalah orang yang bisanya kita ajak bercerita tentang kenangan masa lalu menjadi salah satu dari kenangan yang akan diceritakan di masa depan,  Kenangan, entah baik atau buruk, akan tetap jadi kenangan yang selalu diingat atau tiba-tiba teringat. Bisa melalui foto yang ada di album yang sudah kita simpan atau mungkin obrolan bersama teman. Ya, kenangan itu penuh dengan hal-hal kecil di sekitarnya yang membuat kenangan itu semakin menyenangkan atau menyeramkan untuk diingat. Kadang kita bisa mengingat baju yang dipakai oleh pacar kita terakhir kali bertemu sebelum akhirnya harus menjalin hubungan jarak jauh lagi. Mungkin kita juga akan mengingat embun di dedaunan kala pagi mengantar orang tersayang ke tempat terakhirnya. Atau lagu yang diputar di kafe saat sedang menatap mata kekasih. Mungkin seperti itulah kerja kenangan, paket lengkap. Lengkap dengan segala detail-detail kecil di belakangnya.  Saya tidak akan meceri...

Hal yang membuat saya senang

 Membicarakan kesenangan, sepertinya akan membuat saya cerewet menuliskan hal-hal yang membuat saya merasa senang Karena senang adalah hal yang abstrak, saya terkadang juga tidak tahu apa saja yang membuat saya senang. Terkadang yang pernah membuat saya senang, ketika diulang juga kadang tidak menyenangkan juga. Aneh. Namun, memang kata orang-orang kalau bahagia itu sederhana, tp ada juga yang rumit.  Saya akan mulai dari yang sederhana. Hal yang membuat saya senang adalah mendengarkan musik tanpa diganggu orang. Mendengarkan musik memang kegiatan sehari-hari yang bisa kita lakukan sambil mengganti popok bayi, menyetrika baju, atau mengerjakan skripsi tugas. Tetapi mendengarkan musik tanpa diganggu orang adalah level yang berbeda. Yang mana saya bisa lebih mendengar detail-detail lagu yang kadang terlewat. Tapi, ya gitu, belakangan ini susah untuk mendapatkan waktu yang pas buat dengerin musik tanpa diganggu. Entah pikiran yang sedang overthinking  ke mana-mana atau sedan...