Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Mata Sunyi

aku selalu mengingat  waktu-waktu terbaik kita. betapa toko buku, jalanan,  malam, setiap detik, dan senyuman  terjebak dalam hujan dan ciuman  memilih di bintang mana kita nanti akan tinggal terkadang membuat beban satu per satu tanggal lalu, senyumanmu yang memudar mata yang taklagi bersinar bibir yang lebih sering tertutup menyembunyikan duka yang meletup kesedihan bersembunyi  dibalik kata dan tawa kata-kata yang sunyi tawa yang elegi tapi, kau tahu aku tercipta  untuk suka dan duka tanpa kata-kata — milikmu. Madura, 16 Desember 2018